Tidak Instruksikan Bakar Foto, Boedi Akui Sebut Habib Rizieq Manusia Sampah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Beritamedia.id – Boedi Djarot  angkat bicara terkait aksi memperingati kerusuhan 27 Juli di MPR/DPR. Boedi berdalih tidak menginstruksikan massa untuk membakar foto Rizieq Shihab. Tapi ia mengakui sebut Rizieq Shihab sebagai manusia sampah dalam orasinya.

Ia mengaku tak bisa menghentikan kejadian pembakaran poster karena massa sudah dipenuhi oleh kemarahan.

“Saya tak mau membakar. Tapi kalau saya menghentikan mereka, jatuh wibawa saya. Silakan saja, namanya juga orang marah,” kata Boedi.

Poster besar berwajah Rizieq Shihab diakuinya sengaja dibawa namun kemudian diletakkan di pagar kompleks MPR/DPR seperti bersama spanduk lainnya.

“Jadi siapapun yang bikin tolong ditaruh di atas, di pagar DPR yang dijaga oleh polisi. Artinya kalau dijaga polisi aman, ga bisa diambil oleh siapapun,” kata Boedi.

Kemudian setelah aksi berjalan, Boedi menyebut poster tersebut sudah dicabut dari atas pagar dan diletakkan di aspal.

Setelah itu, kata Boedi memberikan orasi yang menyebut Rizieq telah mengkhianati negeri dengan tidak menerima kemenangan Joko Widodo di pilpres.

Bahkan dalam orasi tersebut ia secara lantang menyebut Rizieq sebagai sampah.

“Ketika saya dimintai pendapat soal manusia yamg ada di foto [poster]itu, itu sebenarnya pandangan pribadi saya. Bahwa saya anggap manusia yang ada di gambar itu, menurut saya sampah,” jelasnya.

Boedi lantas menjelaskan alasannya menyebut Rizieq sebagai manusia sampah. Pertama, Rizieq diklaimnya ingin menjatuhkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden yang sah dipilih oleh rakyat.

Akibat dari aksinya tersebut ia mendapat kecaman dari sejumlah ormas islam antara lain FPI, PA212, dan GNPF Ulama.

Bahkan Boedi Djarot akan dilaporkan ke jalur hukum terhadap aksi pembakaran poster Rizieq Shihab tersebut.

Baca Juga :  GMTD Resmi Serahkan Sertifikat 11 Fasum Fasos Ke Pemkot Makassar

Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengatakan pihaknya akan mengedepankan proses hukum dalam menyikapi aksi yang diduga dipimpin pentolan Gerakan Jaga Indonesia (GJI) Boedi Djarot.

“Mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS di depan gedung DPR/MPR RI. FPI, GNPF Ulama, dan PA 212 akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian,” kata dia.

Share.

Leave A Reply