Terkait Izin Reklamasi Ancol, DPRD Bingung Sudah Jadi Kepgub

Beritamedia.id – Penerbitan izin untuk melakukan reklamasi kawasan Ancol oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membuat bingung  Komisi B DPRD DKI Jakarta. Komisi B merasa tidak mendapat informasi yang lengkap lalu tiba-tiba jadi Kepgub, padahal selama ini rapat dengan pengembang  PT Pembangunan Jaya Ancol.

Protes keras tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak. Selain bingung Ia pun merasa kecolongan atas izin reklamasi kawasan Ancol yang dikeluarkan oleh Anies.

“Boleh dibilang kami kecolongan, sebab harusnya dibahas di DPRD dulu,” kata Gilbert, Rabu (1/7).

 Ia pun juga memprotes sikap dari PT Pembangunan Jaya Ancol sebagai pengembang, Pasalnya selama mengadakan rapat dengan PT Pembangunan Jaya Ancol tidak ada pembicaraan terkait reklamasi.
“Mereka juga nggak menyampaikan ke kita. Makanya, kita juga bingung tiba-tiba itu sudah ada keputusan gubernur. Itu kan proses lama itu dari Februari 2020,” katanya.

Diungkapkan oleh politisi PDIP ini, PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk tidak bersikap terbuka. Sebab, meski ada pertemuan tidak ada penyampaian izin yang dilayangkan ke DPRD DKI Jakarta.

Kendati demikian, dikatakan Gilbert reklamasi tidak bisa berjalan selama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum memiliki peraturan daerah (Perda) terkait rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau- pulau kecil. Terlebih aturan itu sudah dicabut sejak 2017.

Sementara itu sikap melunak ditunjukkan oleh Ketua Komisi B DPRD DKI, Abdul Aziz, dihadapan para wartawan ia menjelaskan sangat mengapresiasi langkah Gubernur namun harus ada banyak kajian yang harus dibahas.

“Kami mengapresiasi dan mendukung tapi harus didahului dilakukan kajian-kajian, kajian amdal, kajian sosial, kajian investasi dan lain-lain,” kata Ketua Komisi B DPRD DKI, Abdul Aziz, Selasa (30/6/2020).

Menurut Abdul Aziz, hingga kini Pemprov DKI belum melakukan kajian terhadap reklamasi perluasan Ancol. Dia meminta proses kajian itu dilakukan pemprov.

“Masih belum dilakukan, karena itu sebelumnya kami minta dilakukan dulu proses-proses tersebut,” ujarnya 

Untuk menanggapi maslaah reklamasi ini, Anies belum banyak memberikan respon bahkan cenderung tertutup. Namun, ia mengaku akan menbeberkan secara lengkap pada saatnya nanti.

“Nanti dijelasinnya lengkap sekalian, jangan doorstop,” katanya di Balai Kota, Selasa.