Sebut Santri Calon Teroris, Denny Siregar Dilaporkan Ke Polisi

Beritamedia.id – Aksi Damai dilakukan oleh ratusan massa yang tergabung dalam Forum Muhajid Tasikmalaya di  depan Polresta Tasikmalaya, pada Kamis (2/7). Tujuan aksi ini untuk melaporkan Denny Siregar yang telah menyebut santri sebagai calon teroris dalam tulisannya di media sosial.

Kordinator Aksi Forum Mujahid, Nanang Nurjamil mengatakan ini adalah bentuk solidaritas warga Tasikmalaya kepada santri.

Aksi tak hanya dilakukan oleh para santri, tapi juga diikuti organisasi masyarakat (ormas) Islam, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan para tokoh pesantren di Tasikmalaya.

Banyaknya dukungan dari warga, membuat Ia pun menuntut pihak kepolisian bisa tegas terhadap kasus ini.

“Jika dilihat kiprah Denny Siregar, ia sudah punya banyak kasus dan berulang kali dilaporkan tapi tidak ada tindakan tegas, selalu tak tersentuh hukum”, jelasnya.

Dalam aksi ini para santri tahfidz (penghapal Alquran) yang tergabung dalam Laskar Penghapal Alquran jmembentangkan spanduk bertuliskan ‘Kami Santri Penghafal Alquran Bukan Teroris’.

Selain itu, para santri tahfidz juga sempat membacakan ayat suci Alquran sebelum para orator melakukan orasi di depan pintu masuk Mapolresta saat aksi tersebut.

Kemudian, sekitar 30 perwakilan massa pun masuk ke front office Mapolresta guna menyampaikan laporan.

Laporan itu diterima langsung oleh Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Anom Karibianto. Anom mengatakan, pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut atas laporan masyarakat.

“Kita akan segera tindak lanjuti. Diharapkan masyarakat tetap tenang,” kata dia.

Sebelumnya, Denny menulis status melalui akun Facebook-nya pada 27 Juni 2020. Dalam tulisan berjudul “Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang”, terdapat unggahan foto  sejumlah santri Tahfidz Alquran Daarul Ilmi Tasikmalaya saat aksi 212.

Walaupun kini postingan sudah dihapus, namunsudah terlanjur viral dan mengundang kemarahan terutama dari pihak pesantren.

Baca Juga :  Kesatria Jedi Prabowo ke DPR, Caleg Gerindra Singgung Nepotisme

Pimpinan Ponpes Tahfidz Alquran Daarul Ilmi, Ustaz Ahmad Ruslan Abdul Gani mengatakan, postingan itu merupakan penghinaan bagi pihak pesantren. Apalagi, terdapat foto para santri pesantrennya.

“Ini pencemaran nama baik. Tentu orang tua santri tahu hinaan itu, bahkan sampai ada yang WA. Tapi mereka tidak marah karena tahu santri seperti apa,” kata dia.

Ia mengatakan, para santri sedih dan marah dengan pernyataan Denny Siregar. Menurut dia, pernyataan yang bersangkutan merupakan pencemaran nama baik bagi pesamtren dan santri.

“Kita akan kawal terus sampai dia dibawa ke Tasikmalaya dan dipenjara. Karena Denny sudah macam-macam dengan santri Tasikmalaya,” kata dia.

Leave A Reply