Gempar Rambut Pirang Pasha Ungu Jadi Viral, Boleh Atau Tidak, Ini Aturannya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Beritamedia.id – Wakil Wali Kota Palu yang juga berprofesi sebagai penyanyi, Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha Ungu membuat gempar publik. Hal tersebut karena Pasha Diketahui mewarnai rambutnya dengan warna yang mencolok, yakni pirang.

Rambut pirang Pasha menjadi viral setelah ia mengunggahnya dalam akun instagram pribadinya.

Dalam unggahan itu terlihat Pasha yang mengenakan seragam PNS sedang menerima tamu dari DPRD Kabupaten Kutai Kertanegara.

Sontak tampilan baru Pasha tersebut mendapat banyak tanggapan negatif dari publik.

Banyak yang mengkritik karena menganggap status Pasha sekarang sebagai pejabat publik dan harus menjadi contoh bagi rakyatnya.

Ramainya rambut pirang Pasha tersebut membuat Badan Kepegawaian Negara angkat bicara.

Melalui Paryono, selaku Plt Kepala Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan pengecatan rambut memang dilarang bagi ASN di beberapa instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Salah satu instansi yang tegas melarang mewarnai rambut adalah Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri.

Pada awal tahun lalu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan Permendagri Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

Lalu pada Pasal 24 Permendagri tersebut, poin b berbunyi, “Rambut dipotong pendek rapi dan sesuai dengan etika bagi pria”; dan pada poin c, “Tidak mewarnai rambut yang mencolok”.

Larangan mengecat rambut warna-warni juga dilarang bagi PNS wanita di Kemendagri. Menjadi PNS membawa beberapa konsekuensi aturan yang melekat.

Aturan terkait batasan perilaku PNS dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, terdapat larangan bagi PNS dan sanksi yang diberikan jika melanggar.

Baca Juga :  Ingat! Mulai 1 Juli Iuran BPJS Kesehatan Naik, Ini Rinciannya

Namun ia menjelaskan posisi Pasha sebagai Wakil Wali Kota bukanlah ASN.

“Jabatan kepala daerah, termasuk wakil wali kota, sebenarnya bukanlah kategori PNS sesuai dengan Pasal 123 ayat (3) UU ASN”,jelasnya.

Sementara itu Pasha akhirnya membuka suara terkait rambutnya. Ia menyebut mewarnai rambutnya untuk kebutuhan video klip.

“Hari ini, selama tiga hari ke depan, saya sedang melaksanakan proyek bersama Fladica untuk membuat suatu video clip,” ujar Pasha.

Ketika ditanya terkait posisinya sebagai pejabat publik, ia tidak bisa menerangkannya karena menurutnya bukan kapasitasnya.

“Apakah hari ini dengan berambut kuning itu salah? Saya juga tidak dalam kapasitas menjawab itu. Tapi, kalau dikatakan tidak biasa, ya, jelas tidak biasa,” kata Pasha,

Share.

Leave A Reply