Din Syamsuddin: Kisruh POP Salah Jokowi Bukan Nadiem

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Beritamedia.id – Kisruh Program Organisasi Perangkat Penggerak (POP), membuat Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin angkat bicara. Menurutnya, kesalahan dalam POP bukan melulu dari Nadiem tapi juga dari pemangku jabatan tertinggi negara yaitu Presiden Joko Widodo.

“Yang sangat bersalah dan patut dipersalahkan, serta harus bertanggung jawab, pada pendapat saya, adalah Presiden Jokowi sendiri. Dialah yang berkeputusan mengangkat seorang menteri, walaupun menyempal dari fatsun politik yang berlangsung dari waktu ke waktu,” kata Din.

Ia menyebut peran Jokowi sangat fatal terutama ketika dua perusahaan besar yakni Yayasan Putera Sampoerna dan Yayasan Bhakti Tanoto lolos.

Hadirnya dua perusahaan tersebut ia anggap tidak menghargai keberadaan ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah yang notabene sudah ratusan tahun berperan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

“Paling tidak, terkesan Sang Presiden mengabaikan dua organisasi besar yang berjasa menegakkan kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.

Ia pun memberi solusi atas kisruh POP ini. Menurutnya lebih baik Nadiem Menghentikan program itu dan dananya untuk membantu siswa/i yang terdampak pandemi Cocid-19.

“Sebaiknya program itu dihentikan. Lebih baik Kemendikbud bekerja keras dan cerdas mengatasi masalah pendidikan generasi bangsa yg akibat pandemi Covid-19 telah, menurut seorang pakar pendidikan, menimbulkan the potential loss bahkan generation loss (hilangnya potensi dan hilangnya generasi),” pungkas Din.

Share.

Leave A Reply