Jokowi : Permudah Izin Perusahaan China Relokasi Ke Kawasan Industri Batang

Beritamedia.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi), kembali menegaskan pentingnya memberikan kemudahan-kemudahan untuk perusahaan-perusahaan asing terutama dari China agar mau berinvestasi di Indonesia.

Pernyataan tersebut di keluarkan olehnya ketika menyambangi Kawasan Industri di Batang. Kegiatan ini dilakukan di sela-sela kesibukannnya di Jawa Tengah.

Kawasan industri di Batang saat ini memang tengah disiapkan untuk menarik ratusan calon investor dari China. Kawasan Industri Terpadu Batang ini memiliki total lahan seluas 4.000 hektare (ha). Untuk tahap awal akan dibuka seluas 450 ha.

Kembali soal investor, Ia menambahkan agar para menterinya dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bisa memberikan kemudahan-kemudahan untuk investor saat memindahkan pabriknya ke Batang.

“Tadi sudah saya perintahkan kepada Menteri kepala BKPM, untuk industri-industri yang akan relokasi dari Tiongkok, China ke Indonesia. Baik itu dari Jepang, dari Korea, dari Taiwan, dari Amerika atau dari negara manapun berikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Kalau ngurus izinnya sulit, saya tadi saya perintahkan langsung pada kepala BKPM urus dari a sampai z, selesaikan sehingga investor merasa dilayani, ini penting sekali,” ujarnya.

Jokowi menjelaskan salah satu faktor untuk meningkatkan daya saing investasi Indonesia dengan negara lain adalah fasilitas. Fasilitas yang dimaksud mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut yakni urusan izin, listrik, gas, dan lain-lain,

Ia menambahkan, tanah pun juga menjadi faktor ‘pelicin’ investor memindahkan pabriknya. Indonesia menurutnya kurang berani untuk menjadi lebih kompetitif dalam menarik investor.

“Kalau mereka beri harga tanah Rp500 ribu kita harus beri harga di bawah itu Rp300 ribu misalnya. Kalau mereka kasih Rp1 juta, kita kasih Rp500 ribu. Kalau mereka kasih izin di sana sebulan, kita seminggu,” imbuh Jokowi.

Baca Juga :  Strategi Matahari Tidak Melakukan PHK Ditengah Pandemi

Ia pun mengungkit kembali kegagalan dalam menarik investor seperti beberapa tahun lalu. Ada 33 perusahaan dari China yang direlokasi namun tidak ada yang memilih Indonesia.

“Jangan sampai peristiwa yang lalu terjadi lagi. Ada relokasi 33 perusahaan dari Tiongkok kita satu pun nggak dapat. Saya senang sekarang ada 7 yang masuk dan 17 yang memiliki komitmen besar, hampir 100 persen ini,” pungkas Jokowi.

Kemudahan perizinan dan lain-lain tersebut menurutnya berbanding lurus dengan penyerapan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar wilayah di Kawasan Industri.

“Kenapa kita buka kawasan industri di Batang ini, 1 saja jawabannya, kita ingin membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya, cipta lapangan kerja, itu kita tuju ke situ itu,” ujarnya di lansir melalui virtual, Selasa (30/6/2020).