Demo BLT Ricuh, 6 Polisi Terluka dan Mobil Dinas Wakapolres Dibakar

Beritamedia.id – Tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), ratusan warga Desa Mompang Julu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan demo. Demo pun berakhir ricuh, tercatat 6 polisi  terluka dan beberapa kendaraan dibakar termasuk mobil dinas Wakapolres Madina.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja. Ia menjelaskan pada awalnya sekitar 300-an orang warga desa melakukan unjuk rasa karena tidak mendapat jatah BLT sebesar  Rp 600 ribu.

Tatan pun menjelaskan kronologis kejadian tersebut. “Unjuk rasa berlangsung sejak Senin pagi sekitar pukul 10.30 WIB hingga tengah malam”, ujarnya.

Awalnya menurut Tatan, keadaan aksi masih aman dan kondusif. Dimana dalam aksi tersebut massa menuntut Bupati Madina agar mencabut SK Kepala Desa Mompang Julu.

Massa menduga Kepala Desa Mompang Julu melakukan korupsi, Pasalnya, Kepala Desa tidak transparan dalam pengolahan Dana Desa.

Namun karena  negosiasi yang dilakukan tidak menemukan titik temu, maka massa menjadi kecewa. Kemudian massa yang kecewa semakin tidak terkendali dan ricuh.

Massa yang ricuh kemudian melakukan blokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum). Massa kemudian melakukan pembakaran ke sejumlah kendaraan.

“Total ada tiga unit kendaraan. Rinciannya yakni satu unit sepeda motor, satu unit mobil Suzuki Baleno dan satu unit mobil dinas Wakapolres Madina.”jelas Tatan.

Selain aksi pembakaran, massa juga melakukan penyerangan terhadap personel TNI – Polri yang berjaga-jaga dengan melemparkan kayu dan batu yang ada di bahu jalan.

Akibat kejadian pelemparan batu, sebanyak enam anggota Polres Madina mengalami luka-luka dan saat ini telah mendapat perawatan di RSUD Panyabungan.

“Langkah-langkah persuasif dan komunikasi telah dilakukan oleh aparat kepolisian. Bahkan, massa juga ada yang melibatkan anak-anak untuk melakukan aksi tersebut,” katanya lagi.

Baca Juga :  Rusuh Wamena, 153 Warga Bima Minta Dievakuasi

Hingga saat ini berdasarkan penjelasan Tatan, sejumlah personel gabungan dari TNI-Polri masih terlihat berjaga-jaga di Jalinsum Medan-Padang tepatnya di RM Mandira.

Sementar itu, Polda Sumut menurunkan sebanyak 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Brimob untuk pengamanan aksi unjuk rasa yang berujung ricuh tersebut.

Komandan Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Sumut, Kompol Buala Zega, mengatakan, pihaknya sudah berada di lokasi untuk mengamankan situasi yang tengah memanas.

“Personel Batalyon C sebanyak 1 SSK sudah disiagakan,” katanya, Senin malam.