Ramadan, Masyarakat “Terbelah”

SAMARINDA KOTA. Hari pertama Ramadan 1441 H telah dilewati seluruh umat Muslim di seluruh penjuru dunia, kemarin (24/4). Tak terkecuali di Samarinda. Suasana Ramadan pada tahun ini begitu berbeda. Imbauan —bahkan larangan— yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim dan MUI Kota Samarinda agar umat Muslim tidak menggelar ibadah berjemaah di masjid atau langgar terdekat, tidak berjalan maksimal di lapangan. Harus diakui kebijakan ini membuat masyarakat terbelah. Ada yang patuh untuk tetap beribadah di rumah masing-masing bersama keluarga.Tapi tak sedikit masjid dan langgar yang masih menggelar salat Tarawih berjemaah bahkan dengan pengeras suara yang seolah memang mengajak warga untuk datang.Media ini melakukan penelusuran di sejumlah wilayah di Kota Samarinda dan sejumlah penjuru Kaltim secara umum. Dimulai di Palaran. Sejumlah masjid di kecamatan ini sudah tidak menggelar Tarawih. Seperti di Masjid Ikwanul Muslimin dan Masjid Asa’adah“Kami juga tidak menggelar buka puasa bersama,” ucap Sardiman, Pengurus Masjid Ikwanul Muslimin.Beralih di Voorvo, Samarinda Ulu. Masjid Jami Al Ma’ruf di kawasan itu juga memutuskan untuk tak menggelar kegiatan ibadah Ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya. Mulai Tarawih, buka bersama hingga pengajian atau ceramah Ramadan ditiadakan. Bahkan untuk salat berjemaah, hanya dilaksanakan mulai untuk Subuh, Zuhur dan Asar.“Masjid dibuka mulai pukul 04.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita. Jadi Magrib dan Isya dilaksanakan di rumah. Ini hasil rapat pengurus,” beber salah seorang pengurus, Heri Susanto. Kebijakan yang sama juga diambil oleh Pengurus Masjid Baitul Muttaqien, Islamic Center dan Masjid Agung di Jalan Pelita, Sungai Pinang, Samarinda.Beberapa masjid lainnya di wilayah Seberang, Palaran dan Loa Janan memang masih ada yang tetap melaksanakan Tarawih berjamaah.Namun dilakukan pembatasan jumlah jemaah dan disertai physical distancing. Pengurus masjid lebih mengutamakam warga sekitar, seperti Masjid Al Baqa, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang yang memprioritaskan jemaah dari sekitar masjid.“Kami tetap berpedoman pada imbauan. Dari mempersiapkan kebersihan masjid sebelum dan sesudah tarawih maupun ketika pelaksanaan ibadah lainnya,” tutur sekretaris Masjid Al Baqa, Haji Darwis.Serupa dengan yang dikatakan Wiyono, pengurus Masjid Al Wustho yang membatasi tarawih hanya dilakukan jemaah laki-laki.“Sedangkan yang perempuan dan anak-anak diimbau salat di rumah. Dan untuk jemaah berjarak seperti salat Jumat,” tandasnya.Di Berau, Bupati Muharram berkeliling untuk memberikan pemahaman agar warga mengikuti anjuran MUI dan pemerintah.MUI telah meminta warga salat di rumah. Berdasarkan informasi yang kami terima, masih ada yang tetap melaksanakan, sehingga kita lakukan peninjauan,” ungkap Bupati.Prosedur yang dilakukan sejumlah masjid yang masih buka, kata Bupati, tak menjamin menutup pintu penularan virus. Karena itu, Bupati berharap, para pengurus masjid mentaati peraturan yang telah dikeluarkan dan disepakati.Sementara itu, di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) para pengurus masjid dan langgar cukup patuh. Yakni dengan tidak menggelar peribadatan secara terpusat dan dihadiri banyak jemaah. Sebagai contoh di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, Jumat (24/4) kemarin, masih tidak menggelar salat Jumat seperti beberapa pekan sebelumnya.“Kami memang tidak menggelar salat Jumat. Tapi tetap melaksanakan salat Zuhur. Begitu pula dengan salat fardu atau sembahyang wajib lainnya, seperti Asar, Magrib, Isya dan Subuh, terus dilakukan. Dengan kondisi para jemaah salat itu harus menjaga jarak satu dengan lainnya,” jelas Haji Djuremi selaku Kepala Pengelola Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong.Tidak itu saja, Masjid Agung Tenggarong juga meniadakan acara buka puasa bersama, salat Tarawih dan lainnya. Secara umum bulan puasa tahun ini tidak ada kegiatan dilaksanakan.“Nanti menjelang Lebaran Idulfitri, baru ada aktivitas yang kami laksanakan. Terutama menerima zakat, infak dan sadaqah,” katanya. (mrf/oke/rin/as/idn/nha)
Sumber: Samarinda Pos

Baca Juga :  “Yang Bukan Zona Merah, Silakan Tetap ke Masjid”

Leave A Reply