Aroma Gas Bikin Cemas

SAMBUTAN. Dalam dua hari belakangan ini, warga di lingkungan Jalan Sejati, RT 01, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, dibuat cemas dengan aroma menyengat seperti bau gas bocor. Khawatir jika telah terjadi kebocoran gas, warga kini lebih waspada saat memasak.Hingga kemarin (26/4), bau gas sudah menyebar dan tercium di lingkungan Blok A di kawasan tersebut. Bau menyengat tercium di sepanjang selokan rumah warga. Hal ini menyebabkan beberapa warga pusing dan mual saat mencium baunya.Untuk diketahui, sejak 28 November 2018 lalu sebanyak 4.500 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, telah menikmati program jaringan pipa gas kota atau dikenal jargas. Program ini dibangun Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas, Kementerian ESDM dengan menggunakan APBN Tahun Anggaran 2018. Jargas yang sudah beropersi ini, sehari-harinya digunakan warga untuk keperluan memasak di dapur.Pengoperasian Jargas kota ini dilakukan oleh PT Pertagas Niaga (PTGN), yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero). Tugasnya khusus mengelola dan mengoperasikan jargas tersebut.Gas diperoleh dari sumur PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Kuota per hari: 0,2 Million Standard Cubic Feet per Day (MMCFD) atau 0,2 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas). Harga jaringan gas di Samarinda Rp 4.400/per meter kubik. Angka ini sesuai dengan Peraturan BPH Migas Nomor: 3/2018.Lantaran banyaknya jalur pipa gas di dalam tanah itulah, warga tidak tahu pasti apakah telah terjadi kebocoran atau ada penyebab lain. Yang pasti warga sangat terganggu dan resah dengan aroma gas tersebut.Bahkan ada warga terpaksa menghentikan aktivitas memasak untuk sementara waktu hingga bau gas hilang. Khawatir terjadi ledakan.“Namanya ada bau gas, siapapun khawatir. Jangan sampai memasak malah jadi celaka,” ungkap Sutimin (50), Ketua RT 01.Menurut Sutimin, pihaknya sudah berulang kali menghubungi pihak penyedia Jargas, namun hingga kini belum ada satupun petugas yang datang.“Di RT saya ada 90 rumah yang mengikuti program Jargas. Sekitar 30 rumah warga yang mencium aroma gas. Seharusnya dengan kejadian tidak terduga ini, pihak penyedia Jargas sudah siap. Nah, ini sudah dua hari belum ada tindakan perbaikan,” kata Sutimin dengan nada kesal.Camat Sambutan, Nofriansyah membenarkan keluhan itu. Dia sudah mengecek untuk memastikan kondisi di lapangan.“Petugas dari Jargas sudah kami hubungi. Kami minta untuk segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan terkait bau menyengat tersebut,” kata Nofriansyah.Sebagai informasi awal, masih kata, Nofriansyah petugas memastikan jika bau menyengat tersebut merupakan bau yang ditimbulkan dari campuran odoran di dalam gas. Diduga odoran itu terlalu berlebihan. Odoran adalah unsur pewangi yang bisa juga berfungsi sebagai penetral bau. Kelebihan campuran inilah yang diduga munculnya bau menyengat tersebut.“Untuk mengatasi bau yang menyengat, warga sementara diimbau menutup keran gas agar tidak masuk ke instalasi rumah. Petugas dari Jargas memastikan jika jaringan gas ini aman,” terang Nofriansyah.Yusdin, selaku petugas Jargas di Kecamatan Sambutan, mengatakan, dalam sehari pihaknya menerima puluhan keluhan. Namun lantaran keterbatasan tenaga, pihaknya tidak dapat langsung bisa mengatasi sekaligus.“Petugas kami di lapangan hanya tiga orang. Sementara keluhan warga yang masuk mencapai 50 laporan. Mau tidak mau kami melakukan tindakan perbaikan satu per satu,” ungkap Yusdin.Dijelaskannya, bau gas yang kini tercium warga adalah imbas dari cairan berlebihan yang digunakan, sehingga timbul bau yang menyengat. Untuk antisipasi awal, pihaknya memberikan arahan, agar warga yang selesai masak langsung mematikan keran gas yang berada di depan rumah masing-masing.“Sebenarnya aman. Cuma yang jadi permasalahan adalah baunya. Kita juga lagi kebingungan, karena banyak sekali yang belum dikerjakan. Setiap hari kita lakukan perbaikan. Tapi ya, bertahap,” ucap Yusdin.“Dari pihak perusahaan kita sudah bikin laporan juga. Kalau penanganan Insy Allah seminggu bisa selesai,” jelas Yusdin. (kis/nha)
Sumber: Samarinda Pos

Baca Juga :  Institusionalisasi Kebohongan dan Media Juru Selamat

Leave A Reply