Akses ke Balikpapan Ditutup

SAMARINDA KOTA. Warga Samarinda untuk sementara waktu tidak bisa lagi keluar masuk ke Kota Balikpapan. Menyusul keluarnya Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor UM.002/III/6/BPTD-KALTIMRA/2020 tertanggal 25 April 2020 tentang Pengendalian Transportasi Bidang Darat Selama Masa Mudik Idulfitri Tahun 1441 Hijriah di Kaltim dan Kaltara dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.Kemenhub melalui Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XVII Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menerbitkan surat edaran untuk wilayah Kaltim dan Kaltara. Isinya mengenai larangan masuk dan keluar dari di Balikpapan, Kaltim dan di Tarakan, Kaltara.Pengasan dari surat edaran itu intinya melarang keluar masuk semua jenis transportasi dari dan menuju Balikpapan. Mulai kendaraan bermotor umum jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan, jenis mobil penumpang, mobil bus dan sepeda motor.Plt Kepala Dishub kaltim, Hafid Lahiya, kepada Sapos, Minggu (26/4) kemarin menjelaskan, hal ini berdasarkan Perarturan Menteri Nomor 25 mengenai larangan ke wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan penetapan zona merah. “Balikpapan termasuk zona merah di Kaltim. Sehingga tidak boleh ada aktivitas keluar masuk. Kecuali angkutan logisitik,” ucap Hafid.Namun keputusan ini baru berlaku mulai 8 Mei hingga 15 Juni. Pihaknya pun memiliki waktu sekitar 14 hari lagi untuk mensosialisasikan kebijakan tersebut kepada masyarakat. “Setelah itu baru kami terapkan,” katanya.Dalam surat tersebut, beberapa jenis transportasi yang dilarang yakni untuk angkutan kapal dari menuju Pelabuhan Kariangau, Balikpapan. Termasuk, kapal angkutan sungai yang beroperasi lintas masuk dan keluar di kedua kota tersebut serta kendaraan umum yang beroperasi di trayek masuk dan keluar kota. Larangan dikecualikan kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, kendaraan TNI/Polri, kendaraan emergency, angkutan petugas operasional penanganan Covid 19, angkutan logistik/bahan pokok dan jenis angkutan penyeberangan barang lainnya.MASIH LENGANGOperasi Ketupat Mahakam 2020 telah memasuki hari ketiga, kemarin (26/4). Petugas dari Polantas Samarinda tampak berjaga di sejumlah pintu masuk. Seperti di Jalan HAMM Rifadin, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, tepatnya di depan kampus SMA Melati dan Pintu Masuk Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) segmen Palaran.Beberapa personel Polresta Samarinda tampak berjaga-jaga di sekitar jalur masuk menuju pintu tol. Tak ada larangan khusus bagi pengemudi mobil meskipun mereka hendak menuju ke luar kota yakni Balikpapan dan Samboja, Kukar.Polantas yang berjaga hanya mengingatkan pada pengemudi maupun penumpang agar mengenakan masker san safety belt. Bahkan pada pengemudi mobil yang tak mengenakan masker, Polantas memerintahkan memutar balik kendaraannya dan mencari atau membeli masker terlebih dahulu.Belum ada larangan perihal mudik dari Polantas yang berjaga.“Kami belum mendapat perintah itu (melarang mudik). Anggota yang diploting di posko ini saja masih belum jelas. Kemungkinan besok (hari ini, Red) baru akan jelas personelnya,” tutur seorang anggota Polantas.Media ini mencoba mengkonfirmasi pada Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso melalui pesan WhatsAapp, namun Erick hanya mengirimkan sejumlah bukti sudah adanya beberapa posko di pintu masuk yang telah didirikan.Sementara berkaitan dengan pantauan serta larangan mudik belum mendapat jawaban lanjutan dari Erick.(oke/nha)
Sumber: Samarinda Pos

Baca Juga :  LGBT Mesum di Taman Cerdas

Leave A Reply